Nilai Pendidikan Dalam Novel Atheis Karya Achdiat K. Mihardja
Pendidikan merupakan suatu proses pengubahan sikap dan
tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia
melalui upaya pengajaran dan latihan. Setiap karya sastra selalu memiliki
nilai-nilai yang dapat dijadikan cerminan pembaca untuk memaknai karya sastra.
Di dalam nilai tersebut terdapat amanat yang disampaikan pengarang, agar
pembaca memperoleh hikmah setelah membacanya. Karya sastra dapat dijadikan
media pendidikan bagi para pembaca, karena di dalamnya terdapat nilai
pendidikan yang bisa membuat pembaca merubah perilakunya.
Didalam novel Atheis menceritakan bahwa seorang Hasan
yang dididik di lingkungan beragama islam dan tumbuh menjadi seorang yang alim
dapat berubah menjadi seorang atheis. Kecintaanya terhadap seorang wanita
atheis dan pengaruh dari temannya membuat imannya goyah sehingga dia mulai
meninggalkan Tuhan. Hal tersebut dapat dilihat dari kutipan berikut :
“Seperti lima-enam bulan yang lalu baku sangat rajin beribadat, melakukan
sembahyang, puasa dan lain-lain, maka sekarang aku rajin membaca buku dan
bertukar pikiran dengan Rusli atau kawan-kawan lain.”(Atheis:128)
Dari kutipan tersebut dapat disimpulkan bahwa ketaatan
atau kepercayaan seseorang yang kuat dapat berubah karena pengaruh dari
lingkungan. Untuk itu, dalam memilih suatu kepercayaan diperlukan keyakinan
dalam hati dan bersungguh-sungguh menahan diri dari godaan yang akan
menjerumuskan dalam pilihan yang menyesatkan.
Orang yang tidak memiliki kepercayaan terhadap Tuhan
atau tidak menganut suatu agama, akan mempengaruhi kehidupannya. Orang yang
beragama, hidupnya akan lebih tentram, bahagia, dan jauh dari pertengkaran. Hal
itu dikarenakan kepercayaan bahwa tiap kesalahan yang diperbuat akan melahirkan
dosa. Sehingga, mereka berusaha menjaukan diri dari perbuatan yang dilarang
agam. Berbeda dengan atheis yang bertindak sesuka hati tanpa takut adanya dosa.
Hal tersebut dialami oleh tokoh Hasan. Sebelum menjadi atheis, dia adalah orang
yang sabar dan dapat mengontrol kemarahannya. Setiap tindakannya didasarkan
ajaran agama. Namun setelah dirinya atheis, dia berubah menjadi kasar dan tidak
suka menolong orang lain. Hal itu dapat dilihat dari kutipan berikut :
“Dan kalau dulu aku sering memberi uang kepada fakir miskin, apalagi
kalau hari jumat pulang dari masjid, maka sekarang aku tidak merasa segan-segan
lagi mengusir orang-orang minta-minta.”(Atheis:128)
Kutipan tersebut menggambarkan bahwa atheis membawa
perubahan besar terhadap sikap orang yang dulunya beragama. Atheis memandang
bersedekah itu suatu kesalahan yang harus ditinggalkan. Padahal dengan
bersedekah kita bisa meringankan beban hidup orang yang kesusahan dan kita
mendapat pahala dari perbuatan tersebut.
Selain hal-hal tersebut, sikap atheis melahirkan sifat
yang arogan, kejam, tidak berperasaan dan mudah emosi. Sifat-sifat itu muncul
dikarenakan tidak adanya pedoman yang mengatur tingkah laku manusia dalam
bertindak seperti pada kitab-kitab suci orang yang beragama. Mereka hanya
mengandalkan pikiran dan nafsunya tanpa menggunakan hati nurani.
“Tar! Tar! Ku tempeleng Kartini.
“Aduh!” pekiknya, sambil menutup pipinya yang kanan dengan
tangannya. Kujambak rambutnya! Kurentakkan dia dengan sukuat tenaga, sehingga
ia jatuh tersungkur ke lantai. Kepalanya berdentar kepada daun pintu.
Menjerit-jerit minta ampun!(Atheis:173)
Dari kutipan tersebut dapat disimpulkan bahwa tanpa
adanya rasa takut terhadap Tuhan membuat orang bertindak sesuka hatinya hingga
kehilangan kendali. Ketika Hasan percaya adanya Tuhan, dia sangat menjaga
kelakuannya dan tidak berani bertindak sekejam itu.
Dari uraian-uraian tersebut, dapat diketahui bahwa novel
Atheis memberikan pendidikan kepada pembaca agar meyakini suatu agama. Karena
dengan adanya kapercayaan terhadap Tuhan, hidup kita akan lebih terarah. Atheis
hanyalah sebuah tindakan yang akan merugikan kita dan meracuni pikiran kita
dengan hal-hal negatif . Kita serta alam semesta ada karena ciptaan Tuhan. Oleh
karena itu, ajaran agama sangat penting untuk menuntun kita menuju kehidupan
aman, tentram dan damai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar