Jumat, 25 Agustus 2017

PUISI EPIGRAM UNTUK NEGERI



Rintihan Alam
Seluas mata memandang
Ku lihat hamparan keindahan
Sawah hijau menyejukkan ragawi
Burung-burung ikut bernyanyi
Menampakkan kebahagiaan di bumi
Kini......
Indahnya alam telah berganti
Lahan-lahan menjadi tempatnya gedung berdiri
Burung-burung  berlarian pergi
Bersembunyi dari tangan-tangan tak bernurani
Wahai  jiwa-jiwa sadis
Bukalah pintu hati
Dengarlah alam menangis
Satukan nyali
Sembuhkan ibu pertiwi





Duka Ibu Pertiwi
Tataplah...
Senyum-senyum awan
     yang semakin hilang
Pucuk-pucuk daun
     yang semakin berguguran
Tanah-tanah hijau
      yang semakin gersang
Ibu pertiwi menamparku berkali-kali
Memuntahkan isi perutnya bertubi-tubi
Negri ini tak indah lagi
tapi aku tetap berdiri di sini
       merajut cita,
       mengukir asa
Ku satukan pecahan-pecahan kaca
biar luka berganti potret bahagia
Ku rajut benang-benang kusut
Agar ibu pertiwiku kembali tersenyum



Lihatlah ke Bawah
 Wahai para penguasa,
Hidupmu serasa di surga
Kau duduk di singgasana dunia
Bertabur harta, bertahtakan mahkota
Kau koleksi perhiasan
Hingga mata ini bosan
Kau tumpuk jutaan uang
Hingga mencapai segudang
Pernahkah kau kelaparan
saat sepeser uang tak bisa kau dapatkan?
Pernahkah kau menangis
saat rezeki tak dapat kau kais?
Buka nuranimu!
Tengok mereka disekitarmu
Ulurkan jemari
Tuk menggapai firdaus abadi



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KRITIK DRAMA

Pencarian Jati Diri Sang Tokoh dalam drama Wanita yang Diselamatkan Karya Arthur S.Nalan : Suatu Pendekatan Objektif Drama “Wanita y...