Opera luka untuknya
Mata-mata
binar
Hingar
bingar cahaya semu tersirat
Seolah
ada hujan kembang api
Di
malam dingin tak bertepi
Aku
menerka...
Isyarat
gegap gempita sang surya membawa petaka
Untukku...hanya
untukku
Darinya
yang melumpuhkan sendi hatiku
Hanya
dengan satu kedipan mata, aku terjaga
Dari mimpiku nan sempurna
Pandanglah aku
Kesakitan
dan meringkuk
Terpasung
sedan tangis
Terpenjara
bingkai sadis
Dan
kau...tiada ada menjenguk luka
Sendiri
aku tergolek
Membisu
dalam kalbu
Hatiku
hancur seperti debu
Haru nan Biru
Mata
sayu hiaskan bulir air kesedihan
Gadis
cantik duduk bersimpuh
Di
depan tubuh kaku membiru
Mengharu
biru
Seakan
takjub....
Menggenggam
tangan penuh tetesan air luka
Tiada
percaya, relung hati terbujur kaku membatu haru
Saat
itu langit abu-abu tak lagi biru
Saat
itu nafas haru bersatu padu
Perempuan
dan laki laki berjubah hitam
Menjejalkan
doa penuh harapan
Kiamat
kecil telah tiba
Mengiring
jasad ke tempat semula
Seorang
gadis terkulai menangis tanpa nada
Menjerit
tanpa kuasa
Korban Perceraian
Kau
anggap apa aku?
Kau
suguhkan totonan menakutkan
Kau saling caci,
Kau saling maki,
Kau saling tampar
Lalu kau menghilang......
Kau
anggap apa aku?
Kau
jadikan istana sebagai zona perang
Butiran
kenangan tersapu ombak keegoisan
menyayatkan
trauma yang tak mampu ku bawa terbang
Kau
anggap apa aku?
Aku bukan peti
Yang
bisa kau bawa kesana kemari
Aku bukan benda mati
Yang
tak punya hati
Aku hanyalah sekuncup bunga
Yang
ingin tumbuh bahagia
Bersama
kedamaian keluarga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar