Jumat, 25 Agustus 2017

PUISI ELEGI ORANG TERSAYANG



Waktu Telah Memanggilnya
Sayup-sayup terdengar
       di telingaku
Kala kau melantunkan
       bait-bait cintamu
Kau ajakku menyelami
masa lalumu yang berliku
Terbersit rasa takjubku
         Kepadamu
Di balik pintu itu
Kau torehkan kenangan
indah bersamaku
Kau anggap aku peri kecil
yang menghiasi harimu
rengekan manjaku
menjadi pelipur laramu
kini...
waktu telah memanggilmu
Tubuh renta itu
tak dapat kupeluk
hanya kenangan manis
 yang tersimpan di hatiku





Jeratan Hidup
Lelah diri ini terlena olehmu
Kau datang menghantui pikiranku
Hingar bingar mengurungku
di sebuah kotak hampa
Tak bisa bergerak, bernapas dan bicara
Ku ingin teriak lepas
Ku coba menuangkan semua organ dalamku
Tapi  aku tertahan di sini
Terpasung oleh indahmu
Tersiksa, terisak, terjepit pesonamu
Ku coba merangkai nada
Tapi tak terdengar olehmu
Ku coba menyanyi lepas
Tak seorangpun mendengarku
Kau telah mengurungku
Aku ingin bebas dari penjara hatimu



Kepingan Hatimu bukan Hatiku
Aku berlayar mengarungi lautan cinta
Menyelami ribuan samudra
Hingga berlabuh pada satu jiwa
Ombak menerjang kapal ini
Aku terombang-ambing
di tengah luapan emosi
      Menerjang..
         Menyerang..
            Bertahan....
Demi sekeping hati yang tak terperi
Kenapa kau datang
       Jika membuatku meradang
Kenapa  kau hadir
       Jika menyisakan getir
Kenapa kau tertawa
       Jika menorehkan luka
Ingin ku membunuh
     bayangmu
Mencabik segala rindu
Mengubur kepingan hati
yang tak akan pernah terbingkai
      di kalbumu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KRITIK DRAMA

Pencarian Jati Diri Sang Tokoh dalam drama Wanita yang Diselamatkan Karya Arthur S.Nalan : Suatu Pendekatan Objektif Drama “Wanita y...