Waktu Telah Memanggilnya
Sayup-sayup
terdengar
di telingaku
Kala
kau melantunkan
bait-bait cintamu
Kau
ajakku menyelami
masa
lalumu yang berliku
Terbersit
rasa takjubku
Kepadamu
Di balik
pintu itu
Kau
torehkan kenangan
indah
bersamaku
Kau
anggap aku peri kecil
yang
menghiasi harimu
rengekan
manjaku
menjadi
pelipur laramu
kini...
waktu
telah memanggilmu
Tubuh
renta itu
tak
dapat kupeluk
hanya
kenangan manis
yang tersimpan di hatiku
Jeratan
Hidup
Lelah
diri ini terlena olehmu
Kau
datang menghantui pikiranku
Hingar
bingar mengurungku
di sebuah kotak hampa
Tak bisa bergerak, bernapas dan bicara
Ku ingin teriak lepas
Ku coba menuangkan semua organ dalamku
Tapi aku tertahan
di sini
Terpasung
oleh indahmu
Tersiksa, terisak, terjepit pesonamu
Ku coba merangkai nada
Tapi tak terdengar olehmu
Ku coba menyanyi lepas
Tak seorangpun mendengarku
Kau
telah mengurungku
Aku
ingin bebas dari penjara hatimu
Kepingan
Hatimu bukan Hatiku
Aku
berlayar mengarungi lautan cinta
Menyelami
ribuan samudra
Hingga
berlabuh pada satu jiwa
Ombak
menerjang kapal ini
Aku
terombang-ambing
di
tengah luapan emosi
Menerjang..
Menyerang..
Bertahan....
Demi
sekeping hati yang tak terperi
Kenapa
kau datang
Jika membuatku meradang
Kenapa kau hadir
Jika menyisakan getir
Kenapa
kau tertawa
Jika menorehkan luka
Ingin ku
membunuh
bayangmu
Mencabik
segala rindu
Mengubur
kepingan hati
yang tak
akan pernah terbingkai
di kalbumu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar